丟掉你的恐老症|薇薇夫人:活著就不要放棄自己!
|
||||||
| ‧熟年誌 Life Plus 2013/10/17 | ||||||
|
|
||||||
|
【撰文/李奕昀】
身穿牛仔褲、休閒襯衫的薇薇夫人,中氣十足地和我們打招呼,本名樂茝軍(ㄩㄝˋ ㄘㄞˇ ㄐㄩㄣ),年過八十,身材因運動保養得宜,眼神因浸沐在自己喜歡的繪畫中,顧盼間散發著靈彩。執筆專欄三十年的她,其實一直都不太習慣這個筆名,言談之中 不掩率真的個性,卻通情達理,直指事物核心。薇薇夫人優雅氣韻來自多年的閱讀以及自身涵養,即便曾經走過喪子、喪夫之慟,談起生死,已有一份豁然。
退休最樂 從喜愛事物獲得光采 薇薇夫人自前幾年出版了《美麗新生活》暢談退休生活,便鮮少出現在鏡頭前,問起近況,她說:「到現在我還是保持看電影、看書的習慣,大概是老天對我比較 好,視力沒有快速退化,現在偶爾看一個小時的書還可以。」薇薇夫人沒有跟社會脫節,訪問時還不時提到近期高齡者的相關新聞;而到華山光點看電影,更不是什 麼稀奇的事:「一班車就到了嘛!很方便!」她看的片種囊括歐洲、南美洲的作品,日前她看了廣受影壇矚目的《愛‧慕》也很有感觸。歷經人世打磨,閱讀方面她 則偏愛長篇小說,「它愈厚愈吸引我,尤其推理小說裡面描寫的人性才叫曲折,」不只看克莉絲汀的推理小說,還看影集《CSI犯罪現場:邁阿密》,薇薇夫人不 因年齡自我設限,反而能夠享受年齡帶來的好處!「去看電影、搭交通工具的花費低,又不需要跟人擠,很方便!」她笑說:「其實除了社會給予的優惠之外,人情 練達也是這年紀才會有的稟賦;年輕時不明白的人性,現在都懂了。」所以閱歷多了,從文學、戲劇或是現實中不完美的人性,她也學著釋然,並以饒富興味的眼光 看待。 老友相伴 晚年生活自在富足 有天薇薇夫人和朋友在淡水臨海的咖啡廳敘舊,看見一名滿頭花白的女士臨窗而坐,手上捧著書,優雅安靜地閱讀,於是她跟朋友討論:「老了就得像這樣自在悠然,不帶著一絲急迫,生活才有意思。」
薇薇夫人的子女長年定居國外,落腳中、美兩地,對子女自立門戶,她倒是很能接受:「我們不能一直期待孩子都在身邊,老了就是一個人嘛,不管夫情感情再怎麼 好,到頭來還是一個人,況且孩子也有自己的負擔,我們要體諒他們。」因此她認為若是還身強體健、行動自如,朋友的陪伴有時更勝家人。 薇薇夫人現在的交友範圍,五十至七十歲都有,當初在《國語日報》蕙質媽媽社認識的好友比較年輕,能夠拓展生活面向,而七十歲的老友則能聊聊生命感受…… 【完整內容請見《熟年誌 Life Plus 》 2013年10月號 ;訂閱 熟年誌電子雜誌】 |
||||||
|
|
||||||
Thursday, October 17, 2013
看見一名滿頭花白的女士臨窗而坐,手上捧著書,優雅安靜地閱讀,於是她跟朋友討論:「老了就得像這樣自在悠然,不帶著一絲急迫,生活才有意思。」
遠離身邊的垃圾人。
許多人就像垃圾人。他們到處跑來跑去,身上充滿了負面垃圾,充滿了沮喪、憤怒、忌妒、算計、仇恨,充滿了傲慢與偏見、貪心不滿足、抱怨、比較,充滿了見不得人好、愚昧、無知、煩惱、報復、和充滿了失望

Amy Teo 分享了鍾定男的照片。
遠離身邊的垃圾人。
一朋友上餐館吃飯,漂亮女友被隔壁桌醉漢吹口哨,他說反正吃完了 咱走吧。女友說你是不是男人,我朋友說犯不上跟流氓較勁。女友急 ,罵完我朋友又過去罵那群醉漢,結果醉漢圍上來開打,我朋友被捅 三刀,在醫院搶救無效死了,臨死問了女友一句話:我現在算男人了 麼?
一位朋友在正確的車道上行駛,突然間一輛黑色轎車開出,正好擋在前面。 朋友立即踩剎車,兩車之間的距離就只差個幾釐米!這輛車的司機兇 狠地甩頭、並且朝著我們大喊大叫! 我朋友只是微笑,對那傢伙揮揮手。於是我問他:「你剛才為什麼那 麼做?!那傢伙差點毀了你的車,還可能傷害我們!」⋯⋯
當時我朋友他解釋說:「許多人就像垃圾人。他們到處跑來跑去,身 上充滿了負面垃圾,充滿了沮喪、憤怒、忌妒、算計、仇恨,充滿了 傲慢與偏見、貪心不滿足、抱怨、比較,充滿了見不得人好、愚昧、 無知、煩惱、報復、和充滿了失望。隨著心中的垃圾堆積又堆積,他 們終需找個地方傾倒;有時候,我們剛好碰上了,垃圾就往我們身上 丟....」
「所以,無須介意!只要微笑、揮揮手、遠離他們,然後繼續走我們 自己的路就行! 千萬別將他們的負面垃圾接收再擴散給我們的家人、朋友、同事、或 其它路人」,絕對不要浪費心思和精力在這些事上! 寫的真好,生活中遇到這樣的人一笑而過!誰會和垃圾一般見識!
請分享給你的朋友更多
Friday, October 11, 2013
chatolic news ---warta katolik
Jumat, 11 Oktober (Yl 1:13-15;2:1-2; Mzm 9:2-3,6,16,8-9; Luk 11:15-26)
Nabi Yoel menggambarkan hari kedatangan Tuhan yang dahsyat penuh ancaman. Untuk jelasnya
digambarkannya hama belalang yang mengerikan. Umat diajak bertobat dan berdoa, agar pantas
menerima kedatangan Tuhan.
Yesus mengusir setan. Tetapi orang menuduh Dia mengusir dengan kuasa Beelsebul, kepala
setan. Yesus memberikan kesaksian, bahwa pengusiran itu atas kuasa Allah. Itu berarti kerajaan Allah sudah datang.
Jumat, 11 Oktober (Yl 1:13-15;2:1-2; Mzm 9:2-3,6,16,8-9; Luk 11:15-26)
Nabi Yoel menggambarkan hari kedatangan Tuhan yang dahsyat penuh ancaman. Untuk jelasnya
digambarkannya hama belalang yang mengerikan. Umat diajak bertobat dan berdoa, agar pantas
menerima kedatangan Tuhan.
Yesus mengusir setan. Tetapi orang menuduh Dia mengusir dengan kuasa Beelsebul, kepala
setan. Yesus memberikan kesaksian, bahwa pengusiran itu atas kuasa Allah. Itu berarti kerajaan Allah sudah datang.
Nabi Yoel menggambarkan hari kedatangan Tuhan yang dahsyat penuh ancaman. Untuk jelasnya
digambarkannya hama belalang yang mengerikan. Umat diajak bertobat dan berdoa, agar pantas
menerima kedatangan Tuhan.
Yesus mengusir setan. Tetapi orang menuduh Dia mengusir dengan kuasa Beelsebul, kepala
setan. Yesus memberikan kesaksian, bahwa pengusiran itu atas kuasa Allah. Itu berarti kerajaan Allah sudah datang.
some of the friendliest nations in the world.
Where can you go in the world where you know you'll get a warm welcome? WAYN looks at some of the friendliest nations in the world.
1. Iceland
Who would have thought that one of the chilliest countries in the world would give visitors the warmest welcome? Iceland, a tiny island with 319,000 inhabitants, was ranked number one as being the friendliest nation to tourists, in a report this year by the World Economic Forum (WEF). A trip to Iceland looks to be a happy one and also a beautiful destination with whales, ice-caves and the chance to see the famous aurora borealis in the winter-time.
2. New Zealand
New Zealanders are often regarded as friendly, open and welcoming people and they rank just behind Iceland in the WEF findings as one of the most friendly countries to visit. It was also rated as a top place for ex-pats to relocate to, in a poll by HSBC last year, as it an easy place to fit into culturally, to meet the locals and be welcomed into the community. With all the stunning scenery, wildlife and open space what's not to like.
3. Morocco
Situated in North Africa, Morocco is a country rich in culture and history. Coming in third place in the WEF survey it was ranked one of the friendliest places in the world. This is also a diverse country where you can experience the wonderful markets, beautiful beaches and peaceful Atlas Mountains.
4. Australia
Ranked amongst the friendliest nations in the world in several top polls, the warmth and hospitality of Australians is undeniable. It is an hospitable country for visitors and was named as a top place for ex-pats to settle in, being incredibly welcoming to new people and, culturally, an easy place to relocate. The land of sunshine, BBQs and beautiful scenery is certainly a pull too!
5. Ireland
Do you agree with the list or is there somewhere even more friendly that should be listed? Let us know here at WAYN by commenting below, we'd love to hear from you!
Thursday, October 10, 2013
Banyak orang berpikir muluk-muluk untuk melakukan perubahan. Faktanya, hanya orang-orang yang sederhana atau mampu menyederhanakan pikirannya sajalah yang mampu melakukan perubahan.
Mereka yang Melakukan Perubahan dengan Cara Sederhana
- Jumat, 11 Oktober 2013 | 10:46 WIB
Rhenald Kasali | KOMPAS IMAGES
(@Rhenald_Kasali)
JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak orang berpikir muluk-muluk untuk melakukan perubahan. Faktanya, hanya orang-orang yang sederhana atau mampu menyederhanakan pikirannya sajalah yang mampu melakukan perubahan.
Celakanya, menyederhanakan pikiran itu butuh kerja keras, dan tak semua orang pandai bisa melakukannya. Kalimat itu pernah diucapkan oleh Albert Einstein.
Di puncak kawah gunung Kelimutu saya bertemu dengan aktivis penggerak kelompok-kelompok tani dari Flores yang minggu ini mendapat penghargaan Kusala dari Yayasan Bina Swadaya. Sebagai ketua Dewan Juri, saya tentu tertarik menelisik sekaligus menularkan spirit perubahan orang-orang sederhana ini.
Sementara itu, dari Pulau Adonara (NTT), saya bertemu seorang wirausaha sosial yang tak kalah canggih. Adalah Kamilus Tupen, dia bukanlah seorang sarjana atau calon sarjana seperti Anda. Ia hanya warga biasa yang sama-sama kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Pulau Adonara dulu banyak dikenal sebagai kampung kematian karena tradisi perang suku. Saat kami masuk kampung, yang terdengar hanya dentuman orang menumbuk jagung titi, makanan khas Adonara.
Sepulang dari Malaysia, Tupen, mantan TKI ini, segera mewujudkan mimpinya, yaitu mendirikan kelompok tani, dan berhasil mewujudkan desanya menjadi desa produktif. Bisakah?
Problem Indonesia Bagian Timur
Kalau Anda pernah menangani projek di NTT, Maluku dan Papua, saya kira Anda paham yang saya maksud. Kita sama-sama kesulitan mencari tenaga tenaga terampil yang siap bekerja untuk menjadi tukang dan pelayan dengan disiplin dan waktu yang sudah ditetapkan.
Pengusaha atau manajer proyek yang sudah terikat kontrak biasanya kehabisan akal, lalu mendatangkan buruh dari Pulau Jawa. Maklum di Jawa kita punya bonus demografi yang lebih baik. Sementara makin ke Timur, orang belum terbiasa bekerja dengan enduransi yang tinggi, tahan berbulan-bulan untuk melakukan hal yang sama dalam waktu 8-10 jam sehari.
Di Indonesia bagian timur, alamnya memang berbeda dari Indonesia bagian barat. Udaranya panas, biaya hidup tinggi, dan sejarahnya berbeda. Di beberapa provinsi, tak sedikit tenaga kerja datang dari kelompok masyarakat adat yang masih disibukkan dengan tradisi guyub dan perambah hutan.
Jelas kondisi ini menjadi masalah besar bagi sebuah industri, pembangunan infrastruktur, serta pertanian skala besar.
Kamilus menyadari itu. Sementara, di kampungnya ada begitu banyak ladang pertanian yang kosong, beserta masyarakat yang miskin dan rumah-rumah yang dibangun ala kadarnya karena tak punya cukup uang. Padahal mereka punya banyak tenaga kerja yang menganggur.
Tradisi Gotong Royong
Melihat kondisi yang memprihatinkan itu, Kamilus Tupen punya inisiatif menolong masyarakatnya. Di sana, masyarakat memiliki tradisi gotong royong atau gemoheng yang cukup kuat. Tradisi itu ia adopsi, digabungkan dengan kelompok tani yang ia namakan Lewowerang.
Kelompok tani ini hanya memberi pinjaman berupa tenaga kerja untuk membangun rumah, membersihkan kebun, menanam atau mengupas ubi. Namun juga memberi pinjaman tenaga kerja untuk kegiatan ekonomi poduktif.
Seorang ibu yang kebunnya terlantar, misalnya, perlu modal sebesar Rp 15 juta dari kelompok. Dengan mendapatkan voucher sebesar Rp 15 juta, maka ia berhak mendapatkan tenaga kerja.
Kamilus lalu keliling kampung, mencari anggota-anggotanya. Kebun itu lalu ditanami beramai-ramai dan kelak peminjam akan mengembalikan utang tenaganya kepada kelompok dalam kerja gemohing yang dikoordinir Kamilus.
Waktu bergulir terus, semakin banyak rumah yang diperbaiki, dan makin banyak kebun yang terurus, lalu Dusun Honihama yang sunyi di Adonara berubah menjadi desa produktif yang terorganisir dengan baik dan menghasilkan produk pertanian yang memberi nilai tambah.
Ketika ditanya, apalagi yang ia inginkan, Kamilus hanya berkata sederhana, "Saya ingin metode ini bisa dipakai di desa-desa lain di Indonesia."
Itulah sebabnya Kamilus layak mendapatkan Kusala Award. Ia merupakan contoh seorang pejuang sosial yang gigih.
GOOD NEWS
阅读”。
《当今大马》网页明起免费阅读
好样。。。请给当今大马一个大大的赞 (y) !
《当今大马》网页明起免费阅读
大选来了,人民老板需要更多资讯,才能做出明智的选择,投下手中神圣的一票。因此,当今大马将从4月17日开始,开放旗下各语文的新闻网站,让读者免费阅读。
《当今大马》网页明起免费阅读
大选来了,人民老板需要更多资讯,才能做出明智的选择,投下手中神圣的一票。因此,当今大马将从4月17日开始,开放旗下各语文的新闻网站,让读者免费阅读。
片长: 1:20
每天喝一到兩杯咖啡的人們,他們的血管彈性比每天喝不到一杯的人們多了25%;他們的血管彈性大約是每天喝三到四杯人們的五倍。
| 再忙也要喝杯咖啡 >> 咖啡可能對抗高血壓 |
|
|||||||
| ||||||||
Subscribe to:
Comments (Atom)
